Umpama menikmati sebiji epal yang manis.

Assalamualaikum dan salam sejahtera. Pernahkah anda menikmati sebiji epal yang manis? Sedapnya seolah-olah segala kenikmatan dunia terkumpul dalam epal tersebut. Begitu jugalah ibadah kita kepada Allah Swt. Ibadah yang khusyuk dan penuh rasa tawadduk kepadaNya akan membuahkan kemanisan iman.

Dari Anas bin Malik dari Nabi SAW baginda bersabda : “Tiga perkara yang apabila ada pada diri seseorang, ia akan mendapatkan manisnya iman : Dijadikannya Allah dan Rasul-Nya lebih dicintainya dari selain keduanya. Jika ia mencintai seseorang, dia tidak akan mencintainya kecuali kerana Allah. Dan dia benci kembali kepada kekufuran seperti dia benci bila dilempar ke neraka”.

Rasa kemanisan iman ini sangat subjektif. Ianya tak mampu diungkapkan dengan kata-kata. Rasa kemanisan iman inilah yang mendorong Rabiatul Adawiyah untuk bertakarrub kepada Allah. Anda akan bertanya, apa prasyaratnya untuk mendapat kelazatan iman ini. Kadang-kala, seseorang hamba itu harus menjalani pelbagai ujian dan dugaan sebelum dapat merasai kemanisan iman. Selain itu, syarat yang tidak kurang pentingnya ialah ikhlas. Ikhlas disini bermaksud dalam beribadah, seseorang hamba itu hanya mengharapkan rahmat dan kasih-sayang Allah semata-mata.

Nah, bila perasaan manisnya iman itu telah wujud dalam diri kita, maka dia tidak lagi terpengaruh dengan segala nikmat dan rasa cinta dunia. Apa perlunya cinta dunia jika cinta Allah sudah beraja dalam hati kita.

Mudah-mudahan, kita semua mampu mencapai tahap kemanisan iman ini yang seringkali sukar dicapai di era akhir zaman ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s